Kalimantan Selatan

Perkuat Keamanan Jajan Anak Usia Sekolah, BBPOM di Banjarmasin Gelar Sosialisasi PJAS

Setelah sukses sosialisasi di Kota Banjarmasin tentang Pangan Jajan Anak Usia Sekolah (PJAS), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarmasin kembali menggelar sosialiasi di Kabupaten Banjar.

Sosialisasi tersebut diikuti peserta sebanyak 50 orang terdiri dari unsur guru, komite sekolah, dan siswa lintas sektor di Kabupaten Banjar.

Dalam sambutan Kepala BBPOM di Banjarmasin, Leonard Duma melalui Pengawas Farmasi dan Makanan, Gusti Maulita Indriyana mengatakan, program Gerakan PJAS yang aman, bermutu dan bergizi merupakan Program Prioritas Nasional yang telah dicanangkan oleh Wakil Presiden, Boediono pada 2011. 

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi adalah melalui partisipasi aktif dan terpadu dari seluruh kementerian lembaga pemerintah, dan lintas sektor di pusat maupun daerah serta pemberdayaan komunitas sekolah.

“Implementasi program PJAS menuntut kemandirian sekolah termasuk guru, orang tua murid serta pengelola kantin dalam mengawasi keamanan jajanan anak di lingkungan sekolah masing-masing,” kata Gusti, Selasa (26/3/2024).

Selain itu, Kabupaten Banjar merupakan salah satu lokus Program Keamanan PJAS di 2024 yang mengintervensi delapan sekolah di tingkat SD, SMP, SMA atau sederajat.

“Jadi sosialisasi keamanan pangan merupakan tahap ke-2 program Prioritas Nasional Badan POM yaitu Sekolah dengan PJAS Aman yang tahun ini dilaksanakan pada dua daerah yaitu Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar,” ujar Gusti.

Ia berharap, komunitas sekolah dapat memperoleh akses informasi keamanan pagan yang valid, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman komunitas sekolah terhadap keamanan pangan, dan pada akhirnya dapat membentuk perilaku keamanan pangan yang baik.

“Diharapkan juga komunitas sekolah memiliki kemampuan dalam mengenal dan memilih pangan yang aman, bermutu dan bergizi dan komunitas sekolah dapat berperan serta melakukan pengawasan peredaran pangan di lingkungan sekolah secara mandiri,” kata Gusti.

Untuk diketahui adapun delapan sekolah yang diintervensi pada program PJAS di Kabupaten Banjar yaitu SDN Jawa 5, MIN 16, MIN 14, SDN Jawa 2, SMPN 1 Kertak Hanyar, MAN 2, SMPN 2 Martapura Timur dan MAN 4. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button