AdvertorialPendidikanTanah Bumbu

Kecamatan Angsana Gencarkan Gerakan Edukasi Cegah IMS dan Pernikahan Usia Anak

BATULICIN – Pemerintah Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) gencar melakukan gerakan edukasi cegah Inspeksi Menular Seksual (IMS) dan Pernikahan Usia Anak.

Camat Angsana Liana Hamita, mengatakan gerakan eduksi ini masif di lakukan karena pesatnya perkembangan Kabupaten Tanah Bumbu khususnya Kecamatan Angsana.

Terutama bidang ekonomi menjadi daya tarik bagi banyak orang untuk datang. Sehingga mobilitas penduduk menjadi sangat tinggi ke wilayah tersebut.

Hal ini menjadikan wilayah Kecamatan Angsana memiliki potensi besar terhadap tumbuh dan berkembangnya Penyakit Infeksi Menular Seksual. Sehingga sangat perlu mendapat perhatian khusus.

Menyikapi kondisi ini, sebut Liana, Kecamatan Angsana bersama Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sebamban II melakukan gerakan edukasi sebagai upaya pencegahan IMS dan Pernikahan Usia Anak.

Sasaran utamanya adalah siswa-siswi SLTP/Sederajat dan SLTA/Sederajat di lingkup Kecamatan Angsana.

Saat ini Kecamatan Angsana bersama lintas sektor gencar melakukan gerakan ini dan inten berkoordinasi pihak terkait lainnya.

Yakni, Kecamatan, Puskesmas Sebamban II, KUA, ULWK Angsana dan Kepolisian Sektor Angsana. Bahkan dari kepolisian setempat, sebagai tindakan preventif juga melakukan aksi pemberlakuan jam malam dengan berpatroli.

Liana Hamita mengungkapkan bahwa gerakan yang di lakukan lintas sektor ini bertujuan
mewujudkan generasi muda yang memiliki pemahaman yang benar tentang bahaya IMS dan HIV/Aids.

Agar mereka dapat menghindari dan terbebas dari penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan tersebut.

Sehingga terwujud generasi penerus pembangunan Tanah Bumbu yang sehat dan berakhlak mulia.

Gerakan yang dilakukan ini juga turut mendukung Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Program Nasional dalam mencegah dan menurunkan angka Stunting.

“Dengan mencegah terjadinya pernikahan usia anak sehingga potensi melahirkan anak stunting dapat di tekan,” kata Liana.

Ia mengatakan gerakan ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari para Kepala Sekolah dan para Guru.

Terlebih para siswa, hal ini terlihat dari antusiasme dan keseriusan mereka dalam mengikuti materi yang di sampaikan dengan sangat menarik oleh para narasumber.

Bahkan mereka berharap kagiatan semacam ini di jadikan agenda rutin dengan sasaran yang lebih luas dan menambah intensitasnya lagi.

Adapun kegiatan edukasi di langsungkan di dua SLTA dan enam SLTP/sederajat di wilayah Kecamatan Angsana.

Gerakan Cegah IMS dan Pernikahan Usia Anak ini di gelar 26 Juli sampai 3 Agustus 2023, dengan target seluruh sekolah yang menjadi sasaran garakan tersebut.

Menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Diantaranya Sekretaris KPAK Tanbu dr M Yadi Mahendra Muhyin, Pengelola Program HIV AIDS Dinkes Tanbu Novi Faridah Aryantie dan Nur Mu’minah.

Kemudian Dokter Pengelola Pengendali Penyakit Menular Puskesmas Sebamban 2 dr Faisal Fahmi, KUA Kecamatan Angsana H Muhammad Said dan Ustad Jumain, Kanit Bimmas Polsek Angsana Suryo Budi Susilo, serta Koordinator ULWK Angsana Raharja. (Ddi/Kec.Angsana)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button