AdvertorialPemerintahanTanah Bumbu

Memperkuat pilar pengetahuan di Era Digital, Dispersip Tanbu gelar Bimtek Pengolahan dan Pelestarian Bahan Pustaka

BATULICIN – Dalam upaya menjaga dan memperkuat pilar pengetahuan di era digital yang terus berkembang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengolahan dan pelestarian bahan pustaka bertempat di Ruang Studio Mini Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (6/6/2023).

Kepala Dispersip Tanbu, Yulia Rahmadani mengatakan dalam bintek tersebut juga dirangkai dengan diskusi dengan ahli terkemuka di bidang pengolahan dan pelestarian bahan pustaka.

Diskusi tersebut membahas tren terbaru, tantangan, serta inisiatif kolaboratif dalam memajukan bahan pustaka.

Para peserta memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada para panelis, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan kerjasama yang bermanfaat.

“Bimtek ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kerja bagi seluruh pustakawan atau pengelola Perpustakaan sekolah dan instansi vertikal,” ungkapnya.

Melalui Bimtek ini diharapkan memberikan wawasan yang berharga bagi para profesional perpustakaan untuk menghadapi tantangan dalam mengelola dan menjaga warisan pengetahuan.

Diharapkan pula dengan adanya kegiatan seperti ini maka kualitas layanan perpustakaan dapat ditingkatkan dan bahan pustaka berharga dapat tetap tersedia dan terjaga untuk generasi mendatang.

Bimtek menghadirkan narasumber Pustakawan dari Dinas perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan selatan, Abdillah. Dihadiri 60 peserta dengan materi membahas berbagai aspek pengolahan dan pelestarian bahan pustaka yang tidak hanya meliputi buku, tetapi juga dokumen, manuskrip, arsip, dan materi pustaka lainnya.

Salah satu topik yang dibahas adalah metode pengolahan bahan pustaka. Para peserta didik diajarkan tentang teknik penataan, klasifikasi, serta pengindeksan yang efisien. Para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang penggunaan teknologi modern dalam mengelola dan mengakses koleksi pustaka secara elektronik.

Peserta juga diberikan pemahaman tentang risiko yang dihadapi oleh bahan pustaka seperti kerusakan fisik, serangan hama, dan perubahan lingkungan. Mereka juga diajarkan tentang teknik pemulihan dan konservasi yang efektif untuk memperpanjang umur bahan pustaka yang berharga. (Dwn)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button